nderek ngangsu kawruh…

Latest

Wong Jawa

Berawal dari iseng-iseng dan penasaran tentang orang-orang Jawa di Suriname, jadilah aku berkeliaran di Google. Penasaran, apakah Basa Jawa yang mereka pakai sehari-hari sama seperti kita (saya maksudnya, hehe).

Dengan keywords radio streaming suriname, ketemulah dengan alamat web ini: http://www.rtv-garuda.com/index..htm. Memang benar, hampir semua acara judulnya pakai bahasa jawa, penyiarnya juga berbahasa jawa. Bahkan nama-nama pengurus dan penyiarnya juga pake nama-nama yang njawani, koyo “sumarto”, “dimedjo”, “sastro”, dll. Cuma ejaan yang dipake masih menggunakan ejaan lama, jadi masih memakai “oe” untu U, “dj” untuk J, atau “tj” untuk C. Misalnya; Untung jadinya oentoeng. Soalnya kan orang tua mereka pada waktu itu belum mengenal EYD.

Mudah-mudahan mereka-mereka yang sekarang mungkin sudah generasi ke-dua sejak nenek moyang mereka masih tetap memeguh budaya jawa. Sehingga budaya jawa tidak ilang, bahkan di tempat aslinya sekarang banyak orang jawa yang sudah ilang jawane. Sudah nggak tau tata krama, adat istiadat bahkan sudah nggak bisa ngomong jawa, apalagi baca tulis huruf jawa, hhhfffff… Jadi teringat dengan mBah Tarko (Ki Sutarko Hadi Wacono) dalang kondang dari Kutoarjo yang kalo ketemu selalu berkata; “Mengko njur nek aku wis mati ki, sapa sing arep nguri-uri budaya jawa iki? Saiki wae akeh sing wis ora iso nembang jawa”, sambil mengelus dada. Sama mbah, aku juga merasa prihatin….

Semoga Budaya Jawa tetap abadi…

sugeng rawuh…

Sugeng rawuh dhumateng para tamu wonten ing blog kawula meniko.

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.